Home > Cerita Hari Ini > Hidup….

Hidup….

Selamat menempuh hidup baru ! itu adalah ucapan umum untuk setiap
pasangan yang baru memasuki gerbang pernikahan. Gerbang yang di amini banyak orang sebagai pintu menuju kehidupan baru yang diharapkan lebih menyenangkan. Kenapa harus baru ? haruskah kita berubah menjadi seseorang yang lain setelah memutuskan untuk hidup bersama orang lain ? Ucapan itu haruslah dikoreksi, tak harus menjadi baru dalam pengertian sikap, perilaku dan penampilan. Karena pernikahan bukanlah pengabdian,
apalagi akhir dari sebuah kebebasan. Pernikahan adalah penyatuan dua karakter berbeda
untuk bisa saling mengerti, mengasihi dan memahami perbedaan yang ada diantara keduanya. Dan bukan untuk merubah salah satunya. Apalagi dengan mahkota d¡kepala rumah tangga yang terlanjur disandang kaum pria. Tapi perempuan bukanlah Cinderella yang baru bisa menikah setelah lelah mencari sepatu kacanya yang disimpan pangeran antah berantah. Sekali lagi atas nama cinta. Menikah memang harus bermaterei pemerintah dan bersegel agama, tapi lebih penting dari semua itu harus lah dilegalisasi dengan cinta yang tumbuh tulus diantara keduanya. Bukan intimidasi sepihak apalagi ada label ‘jual beli’ dimana pihak wanita selalu jadi subjek penderita. Zaman sudah berubah. Hidup bersama, memutuskan bersama dan saling menopang ketika badai melanda, sehingga bebanpun terbagi merata. Menyedihkan sekali melihat seseorang yang berubah setelah ditinggal oleh pasangannya. Kembali sibuk membuka cermin dirinya yang sengaja disimpan ketika hidup dengan seseorang yang menginginkannya untuk tampil dan bersikap sesuai selera pasangannya. Menyenangkan kah itu ? Manusia adalah manusia dan tak ada seorang manusiapun yang mau diperlakukan seperti boneka. Mencintai seseorang bukan untuk merubahnya tapi membantunya untuk semakin menemukan jati dirinya. Semakin memperkuat sayap kebebasan tuk meraih impian-impiannya yang tertunda. Dan berdecak tulus saat prestasi diraih melebihi apa yang tergambar di angannya. Membantu penuh cinta dan ketulusan saat kegagalan tengah melingkari garis nasibnya. Itulah kehidupan baru yang sesungguhnya,

KARENA……

Mencintai adalah persetujuan dua pihak, jika hanya sendiri itu berarti mimpi.
Mencintai bukanlah tetap menunggu saat dia meninggalkan, itu adalah pengkhianatan.
Mencintai bukanlah derasnya airmata derita karenanya, itu adalah pelecehan jiwa
Mencintai bukanlah tetap setia sementara dia bersama yang lain, itu adalah kebodohan
Mencintai bukanlah ketulusan memberi restu untuknya memadu kasih dengan yang lain, itu adalah penipuan

Berjuanglah untuk cinta sejati yang pasti ada, namun segeralah berhenti jika terlalu berat
dan terlihat sia sia, karena cinta adalah kemudahan dan kebahagiaan
yang selalu membutuhkan kata saling. Saling peluk, saling sayang, saling
setia, saling menunggu, saling menghargai dan ……

Categories: Cerita Hari Ini
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: